Make your own free website on Tripod.com

 
 

 

 

 

 

 

 

 Judul: Pahlawan Kesiangan atawa ZZZ

 Cerita & Gambar: MEW

 Ukuran: A5, 33 halaman, Jilid staples.

 Cetak: Foto kopi hitam putih.

 Produksi tahun: 2004

 Harga: RP. 7.500,-

 

PAHLAWAN KESIANGAN atawa ZZZ

Ringkasan cerita :

Hafiz dan adiknya, Saidah, dijemput kawan yang mengajak tamasya ke Jagat Raya. Kawan itu sangat baik dan pandai. Ia datang dari Planet Cincin yang berada di Galaksi Astronoid.

Naik Kapal Penjelajah Bintang yang kecepatannya 1000 kali kecepatan cahaya, Hafiz dan Saidah melihat pemandangan alam semesta.

Di Planet Cincin, mereka disambut oleh Pemimpin Planet yang cantiknya seperti bidadari bernama Dewi Astra. Rakyatnya sudah bebas dari kebodohan. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologinya sudah sangat tinggi. Tidak punya tentara karena tak pernah ada perang, tak punya polisi karena tak ada yang melanggar hukum. Keadaan Planet itu aman tentram dan damai.

Ketika Dewi Astra mengajak  Hafiz dan Saidah mengunjungi Museum Kebudayaan Mahluk Bumi, tiba-tiba atap bangunan museum meledak. Ada serangan dari Bangsa Amox penghuni Planet Tringolaume. Karena sudah berabad-abad selalu aman, warga Planet Cincin tak tahu kedatangan dan serbuan dari Bangsa Amox. Tempat-tempat penting dan utama di Planet Cincin hancur porak-poranda. Bangsa Amox menyerang dengan tembakan sinar penghancur. Penghuni Planet Cincin tak bisa membalas, karena tak punya senjata dan tentara. Mereka hanya berlindung saja. Tapi tempat perlindungannya hancur berantakan oleh ulah Bangsa Amox yang hobinya membuat kerusakan, penghancuran dan membasmi bangsa lain.

Di saat yang gawat itu, Hafiz membantu Dewi Astra mengenai cara mengalahkan penyerang. Hafiz mengusulkan balas serangan tanpa menyerang. Dengan memanfaatkan kecanggihan satelit-satelit yang memantulkan cahaya matahari ke Planet Cincin, penyerang dapat dikalahkan oleh perbuatan mereka sendiri.

Dewi Astra mewakili warga Planet Cincin, menganugerahkan  penghargaan dan hadiah kepada Hafiz yang dianggap telah berjasa. Hadiah itu berupa sebuah piring terbang yang dapat dikendarai oleh Hafiz kemana ia suka di seantero Alam Semesta Raya. Ketika hadiah diterima, Hafiz mendengar suara ibunya memanggil. Hafiz terkejut dan sadar. Mimpinya buyar. Ibunya membangunkan Hafiz dari tidurnya agar tidak terlambat ke sekolah, tapi Hafiz mau bermimpi terus. Akibatnya, Hafiz bangun kesiangan. Ia terlambat berangkat ke sekolah.   

Komik ini dikarang dan digambar oleh MEW pada tahun1994 lalu disimpan. Kemudian difotokopi dan dijilid dalam bentuk buku ini pada tahun 2004 oleh studio "Komik Sriti".

 

Kembali      Pesan/Beli

 

Copyright © 2005 Komik Sriti. All rights reserved.
 Revised: Saturday, 30 April 2005